Rabu, 19 September 2018

Wiwitan Panen Bawang Merah Di Gotakan Panjatan Kulon Progo



(Panjatan, 19/9/18).    Tradisi wiwitan sebagai pertanda dimulainya panen hasil bumi masih diuri-uri di wilayah Kecamatan Panjatan khususnya dan Kabupaten Kulon Progo pada umumnya.   Seperti halnya yang dilakukan warga Desa Gotakan yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Makmur, pada Hari Selasa (18/9), mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di Bulak Ngasem, Gotakan, Panjatan, Kulon Progo.

Babinsa Gotakan, Serda  Edi Susilo menginformasikan bahwa wiwitan yang dilaksanakan di Gotakan dalam rangka panen bawang merah dan acara Suran Kelompok Tani Ngudi Makmur.  Hadir pada acara wiwitan ini dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, dari Dinas Kebudayaan, Camat Panjatan, Danramil 10/Panjatan Kapten Inf Supardi, Dosen dan Mahasiswa dari UGM, Kepala Desa Gotakan beserta Perangkatnya, Babinsa dan Bhabinkamtipmas Desa Gotakan serta Anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur.

Tradisi wiwitan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.   Pada tahun ini lahan Bulak Ngasem milik Kelompok Tani Ngudi Makmur ditanami bawang merah seperti tahun-tahun berikutnya.  Alhamdulillah tanaman bawang merah dapat tumbuh dengan baik, didukung dengan cuaca yang baik pula, sehingga tanaman bawang merah di Bulak Ngasem Gotakan ini dapat menghasilkan bawang merah dengan kualitas/kuantitas yang baik.

Sebagai tradisi dalam acara wiwitan, Kelompok Tani Ngudi Makmur menyiapkan tumpeng dan ingkung serta hidangan lainnya sebagai bentuk rasa syukur, untuk selanjutnya dibacakan doa dan dimakan bersama-sama oleh semua yang hadir pada acara ini.  (Pendim 0731/KP).







Selasa, 18 September 2018

Danramil Wates Kulon Progo Sebagai Irup Upacara Tujuhbelasan



(Wates, 18/9/18).  Upacara Tujuhbelasan Bulan September 2018 Kecamatan Wates, dilaksanakan di Halaman Balai Desa Bendungan.   Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapten Inf Sumarjan (Danramil 01/Wates).  Perwira Upacara Pelda Wiradal, Komandan Upacara Suparjoko, Pengibar Bendera dari Perangkat Desa Bendungan.

Hadir pada upacara ini Santoso, S.Ip., M.Si. (Camat Wates), AKP Suprihno (Polsek Wates), Serka Probo Lampito (Lanal Karangwuni), Sekcam Wates dan Para Kepala Desa Kecamatan Wates.   Peserta Upacara terdiri dari Paduan Suara, Gabungan Staf Kecamatan dan Peranglat Desa, Purnawirawan dan Karang Taruna. Amanat Bupati Kulonprogo yang dibacakan Irup antara lain menyampaikan salam hormat kepada seluruh yang hadir serta apresiasi kepada seluruh Pegawai Pemkab Kulon Progo.   

Disampaikan Bupati bahwa tanggal 2 Oktober adalah penetapan batik warisan budaya sebagai batik nasional.  Kasultanan Mataram merupakan awal berkembangnya batik dilingkungan Kraton.   Pewarna terbuat dari tanaman, dalam perkembangan semua lapisan masyarakat memakai batik.   Tahun 2014 Batik Yogyakarta dinyatakan sebagai batik dunia.   Tanggal 7-18 September digelar gebyar batik yang diikuti 73 peserta pengrajin batik dari seluruh DIY.   Di Yogyakarta ada 471 pengrajin dan Kulon Progo sebagai batik wisata.  Perkembangan industri batik perlu dikembangkan dengan mengutamakan kualitas.   Berkaitan dengan Pemilu 2019, ASN/PNS Kabupaten sampai dengan desa agar selalu jaga netralitas.

Selesai amanat Danramil 01/Wates, Kapten Inf Sumarjan memberikan himbauan kepada seluruh peserta upacara, masalah bakar membakar sampah dan lain-lain yang bisa mengakibatkan kebakaran. (Pendim 0731/KP).





Rakor Bulanan Kecamatan Kokap Kulon Progo



(Kokap, 18/9/18).   Rakor Bulanan Tingkat Kecamatan Kokap dilaksanakan pada Senin (17/9), pukul 08.45 WIB sampai dengan selesai bertempat di Pendopo  Kecamatan Kokap. 

Tampak hadir pada acara ini Camat Kokap, Kapolsek Kokap  (AKP Satrio), Danramil 03/Kokap  diwakili oleh Pelda Haryanto, Kepala Desa se-Kecamatan Kokap, Dinas Intansi se-Kecamatan Kokap, Kepala Sekolah SMP dan SMK Kecamatan Kokap.  Diinformasikan Pelda Hariyanto bahwa ada beberapa perhatian yang disampaikan pada rakor kali ini antara lain :

Dari Camat Kokap menyampaikan, agar penambang mentaati peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.   Untuk keselamatan dan keamanan kita tingkatkan bersama.  Perlunya kordinasi serta dukungan baik dari Instansi maupun dari elemen masyarakat  lainnya guna terciptanya kondisi  keamanan ketertiban kegiatan di wilayah.

Dari Kapolsek Kokap menginformasikan bahwa ganguan keamanan di wilayah Kokap relatif aman, untuk itu supaya ditingkatkan tentang keamanan agar yang mau berbuat kejahatan berpikir panjang untuk melakukan kejahatan disini.   Diharapkan semoga warga kalau bepergian, rumah dikunci  demi keamanan.   Kantor-kantor agar dipasang CCTV, sehingga bila ada kecurian mudah mengungkapnya.  Untuk perijinan dari desa supaya tidak mendadak  bila mengajukan perijinan  seperti hajatan atau hiburan dan yang lainnya. Terkait dengan pertambangan maupun keamanan wilayah perlu adanya patroli bersama dari Instansi terkait.

Pelda Hariyanto menambahkan agar kendaraan proyek atau mobil penambangan supaya berhati-hati saat membawa hasil tambang dan saat tidak membawa hasil tambang supaya dikurangi kecepatanya.  Hal ini penting untuk menjaga keselamatan pengendara lain dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan kita bersama.  Dalam hal ini agar Instansi terkait ikut berperan aktif dalam pemantauan pertambangan dengan dilaksanakan patroli bersama.  (Pendim 0731/KP).






Rapat Pemindahan Makam Di Kawasan Bandara NYIA .



(Temon, 18/9/18).   Senin (17/9), pukul 11.00-12.45 WIB, di Kantor PT. Angkasa Pura I, Jl. Wates-Purworejo Km 15, Dusun Tanggalan, Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, berlangsung rapat pemindahan makam yang masih tersisa didalam Kawasan IPL Bandara NYIA Kulon Progo.

Tampak hadir dalam ruang rapat Project Manager Bandara NYIA (Tauchid Purnomo Hadi), Secretary Legal and Humas PT. Angkasa Pura I Yogyakarta (Didik Catur), Komandan Kodim 0731/Kulon Progo (Letkol Inf Dodit Susanto, A. Md.), Komandan Satrad 215 diwakili Kasi Dal Lat (Kapten Lek Budi Purwanto), Kapolres Kulon Progo diwakili Kasubag Bin Ops (Iptu Laswadi), Kepala Kejaksaan Negeri Wates diwakili Kasi Inte (Yogi Andiawan Sagita, SH.), Asdatun Kejaksaan Tinggi DIY (Agung, SH.), Kapolsek Temon (Kompol Setyo Heri Purnomo, SH.), Komandan Koramil 02/Temon, (Kapten Inf Rismanto), Pasi Intel Kodim 0731/Kulon Progo (Lettu Inf Khabib), Para Kades/Perangkat Desa terdampak Bandara dan Unsur Kominda Kabupaten Kulon Progo.

Dari rapat ini diputuskan bahwa :
- Kades Glagah akan segera memetakan ahli waris yang memperbolehkan makam leluhurnya untuk dipindahkan/direlokasi dengan teknis pemindahan menggunakan anggaran APBDes.  
- Progres yg dilaksanakan pada pekan ini akan dilaporkan ke PT Angkasa Pura I.
- Untuk ahli waris yang masih menolak relokasi makam akan dilakukan rapat teknis untuk mencari formulasi lanjutan.

Rapat berjalan tertib, aman dan lancar, demikian diinformasikan Danramil 02/Temon, Kapten Inf Rismanto. (Pendim 0731/KP).





Babinsa Wates Kulon Progo Bantu Giat Posyandu


(Wates, 18/9/18).  Serda Ariyanto, Babinsa Wates, Kodim 0731/Kulon Progo, membaur dengan Ibu-Ibu Pengurus Posyandu Dusun Kriyanan, Kelurahan Wates, Kulon Progo, pada Hari Sabtu (15/9), mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.

Diinformasikan oleh Serda Ariyanto, kedatangannya ke Posyandu Melati di Rumah Bapak Yunanto (Ketua Rw.06 Dusun Kriyanan), adalah untuk memantau dan membantu giat Posyandu tersebut.  
Dalam pelaksanaannya hadir dari Tim Dinas Kesehatan Puskesmas Kecamatan Wates (Tim Pusling) dan dari Tim PKB Kecamatan Wates.   Kegiatan yang dilakukan antara lain penimbangan Balita dan penyuluhan kesehatan bagi ibu dan anak.   


Di Posyandu Melati Kriyanan ini ada puluhan Balita umur 0-5 tahun, yang secara rutin melaksanakan penimbangan.  Penimbangan bagi Balita penting dilakukan guna mengetahui perkembangan kesehatannya.  Balita yang normal berat badannya akan selalu bertambah, sedangkan balita yang berat badannya tetap atau cenderung turun, akan memperoleh perhatian khusus agar dapat diketahui penyebabnya dan kemungkinan adanya indikasi munculnya bibit penyakit ditubuh si balita tersebut.   Selain penimbangan balita juga diimunisasi agar kebal dari penyakit.  Imunisasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan/Puskesmas kepada balita sesuai usia dan kebutuhan, demikian tambah Serda Ariyanto. (Pendim 0731/KP).